Trend Digital Merketing di 2018 yang Mulai Punah

sosial media

Jika anda penggemar Benjamin Franklin, anda pasti sudah familiar dengan quotenya yang seperti berikut

“Tidak ada yang pasti di dunia ini kecuali kematian dan pajak”

Di artikel kali ini saya gak akan ngebahas tentang quote beliau, namun yang ingin saya katakan disini adalah setiap orang pasti punya ramalan atau perkiraan mengenai hal-hal disekitar mereka. Jadi, saya pikir gak ada salahnya kalau saya juga ingin melakukan prediksi tentang trend digital marketing di 2018 yang akan pudar. Tulisan ini saya lakukan berdasarkan hasil riset yang saya lakukan selama 3 bulan ini dari berbagai sumber seperti searchenginejournal, Moz, Ydigital Asia dan Google webmaster.

Banner Ads yang BESAR

Jika anda pernah berkunjung ke sebuah website dan melihat banner ads terpampang besar di bagian pinggir atau atas page tersebut, hal ini tentu akan mengganggu anda dalam membaca isi page tersebut. Saya tidak mengatakan kalau cara ini tidak efektif sama sekali, namun seiring berkermbangnya teknologi, sebagian besar pasar lebih suka melakukan native ads yang mereka rasakan 50% lebih efektif dalam generate leads.

Fake Reviews

Ketika berbelanja online, hampir 70% lebih masyakarat akan melihat review dari produk tersebut sebelum melakukan pembelian. Dan hampir seluruh costumer percaya bahwa review yang dipublish tersebut adalah asli dan merupakan pendapat pribadi terhadap produk tersebut.

Untuk beberapa perusahaan, hal tersebut dijadikan peluang untuk mendatangkan lebih banyak customer dengan membuat fake review di produk-produk mereka. Untuk menghentikan kasus seperti ini, beberapa ecommerce raksasa melakukan perjanjian untuk melarang seiap kegiatan yang tidak bertanggung jawab terhadap keorisinalitasan produk review, hal ini juga diharapkan dapat menumbuhkan persaingan sehat terutama di bidang ecommerce Indonesia.

Popup Ads Pada Website

Beberapa website membuat popup untuk promosi diskon-diskon atau produk terbaik mereka dengan harapan penjualan mereka akan meningkat dengan cara tersebut. Tapi apakah cara itu berhasil? Tentu. Penjualan mereka meningkat dengan cara ini, namun karena cara ini cukup efektif, beberapa website melakukan popup yang berlebihan di website mereka sehingga menggangu user. Hal inilah yang membuat Google melakukan tindakan tegas terhadap website yang melakukan popup yang mengganggu dengan mem-penalty website mereka.

Twitter

Mungkin terlalu cepat kalau mengatakan Twitter sudah ketinggalan jaman, tapi kita semua tahu kalau saat ini beberapa social media seperti Facebook, Snapchat dan Instagram sedang melakukan inovasi teknologi yang bersaing satu sama lain. Hal ini mengakibatkan pengguna aktif twitter turun drastis sekitar 25% walaupun Twitter sudah mengubah beberapa fitur mereka seperti menghilangkan perhitungan image dan video terhadap 140 karakter, namun hal ini dirasa belum cukup untuk mengembalikan masa kejayaan twitter seperti dulu.

Pada tahun 2016 lalu, Twitter diisukan akan dijual kepada beberapa perusahaan raksasa namun tidak terjadi. Hal ini terjadi karena penurunan drastis dari moral karyawan sendiri dan beberapa waktu lalu Twitter telah memecat 300 karyawannya.

Related Posts

Add Comment